Italia Sang Juara Euro 2020

Italia Sang Juara Euro 2020

Italia Sang Juara Euro 2020

rowingwithrika.comItalia Sang Juara Euro 2020 – Selamat untuk para fans Italia yang berhasil meraih juara Euro 2020 setelah tidur panjang dari Piala Euro, kini Italia telah bangkit membuktikan kelasnya. Gli Azzurri berhasil menyabet Piala Euro keduanya setelah lama puasa gelar ini selama 53 tahun.

Tepatnya pada tahun 1968 Italia terpilih menjadi tuan rumah perhelatan Piala Euro kala itu. Italia memanfaatkan permainan kandang dengan sangat baik hingga memenangkan permainan trofi Euro pertamanya pada masa itu.

Pada pagelaran Euro 2020 yang mundur selama 1 tahun karena efek pandemi covid-19, Italia tampil dengan sangat mengagumkan. Pasalnya Italia belum terkalahkan pada 34 pertandingan terakhir sejak di tangani oleh pelatih baru, Roberto Mancini pada Mei 2018.

Seolah Roberto Mancini membawa angin segar bagi Gli Azzurri hingga menargetkan Piala Dunia 2022 sebagai trofi selanjutnya yang harus di menangkan. Italia memiliki kepercayadirian yang cukup baik setelah memenangkan Piala Euro 2020. Dimana Italia berhasil membungkam penonton di tribun Wembley Stadion, London, Inggris pada drama adu pinalti di babak final Euro tahun ini.

Kemenangan Trofi Euro Pencapaian Terbaik Italia

Dalam sejarah Euro bergulir, setidaknya timnas Italia berhasil lolos kebabak final 4 kali termasuk pada final Euro 2020. Juara pertama berhasil Italia dapatkan pada tahun 1968 sebagai tuan rumah penyelenggara acara tersebut. Lalu menjadi runner up pada tahun 2000 setelah kalah oleh Prancis pada babak perpanjangan waktu. Runner up kedua terjadi pada tahun 2012 yang mana Spanyol berhasil menundukan Italia dengan skor telak 4-0 sekaligus mempertahankan gelar juara Euro.

Keberhasilan Italia pada tahun 2021 ini di kandang lawan ini merupakan salah satu pencapaian terbaik Gli Azzurri. Pasalnya Italia berhasil buka puasa Euro setelah 53 tahun tidak mengangkat trofi Euro.

Bukan hanya itu, Italia juga mengalami kemulusan sepanjang Euro 2020 bergulir. Gli Azzurri berhasil menang sepanjang babak fase grup tanpa mengalami satupun kebobolan. Pada babak 16 besar, Italia baru mengalami kebobolan kala melakoni Austria dengan skor 2-1 dan lolos ke perempat final.

Pada laga perempat final, Gli Azzurri menantang pasukan Romelu Lukaku dan berhasil menang dengan skor 1-2 serta memastikan langkah ke semifinal. Di babak semifinal, Italia menghadapi timnas sepak bola terkuat nomor 1 yang mendapat julukkan La Furia Roja atau si Murka Merah, Spanyol.

Dengan susah payah Italia berhasil mengimbangi permainan tiki-taka Spanyol dengan skor 1-1 hingga menit 90′ usai. Gli Azzuri memastikan keunggulannya menundukkan timnas Spanyol melalui drama adu pinalti dengan hasil akhir 4-2.

Setelah memastikan lolos ke babak final untuk menghadapi Inggris sebagai tuan rumah, Italia melakukan beberapa pelatihan khusus dari sang pelatih. Sebab Inggris bukan lawan yang mudah meski baru pertama kali masuk ke babak final Euro sepanjang kejuaraan Euro bergulir. Dan benar saja, Italia mengalami kerepotan sejak babak pertama yang membuahkan gol pada menit 2′ untuk The Three Lions. Setelah lama meladeni permainan Inggris, Italia berhasil menyamai kedudukan 1-1 setelah gol pada menit 67′ oleh bek tengah Leonardo Bonucci.

Babak kedua berakhir dengan skor seri yang mengharuskan kedua tim melakukan adu pinalti. Italia memastikan menjadi Juara Euro 2020 melalui drama adu pinalti karena 3 pemain Inggris yang gagal melakukan eksekusi.

Target Trofi Piala Dunia 2022

Dengan menjadi pemenang Piala Euro 2020, Gli Azzuri berhasil menjadi timnas sepak bola terkuat ke-2 setelah Spanyol sekaligus menjadi timnas yang sangat layak diperhitungkan. Sebagai salah satu negara dengan timnas sepak bola yang juga kuat, tentu Italia tidak ingin hanya sampai di situ. Italia memiliki target untuk dapat memenangkan trofi Piala Dunia 2022 yang harus mereka menangkan juga.

Sepanjang seleksi pagelaran Piala Dunia di benua Eropa, Italia mengukir sejarah yang tidak jauh berbeda pada permainan di Euro 2020. Dari 3 kali permainan, Italia berhasil memenangkan 3 laga tersebut tanpa menelan 1 gol pun. Ini berkat pertahanan dari duet apik antara kedua bek senior Italia, Leonardo Bonucci dan sang kapten timnas Italia, Giorgio Chiellini.

Di tambah lagi terdapat 3 pemain Italia lain yang dapat mematikan bagi tim-tim lawan yang menghadang perjalanan Gli Azzurri untuk menambah trofi. Maka inilah 3 pemain Italia yang akan memperkuat Italia untuk mencapai target trofi Piala Dunia 2022.

  • Lorenzo Pellegrini
Lorenzo Pellegrini

Lorenzo Pellegrini

Sang gelandang yang memperkuat club AS Roma ini sebenarnya juga terpilih untuk memperkuat Gli Azzurri pada Piala Euro 2020. Sayangnya Pellegrini mengalami cidera paha yang menghentikan langkahnya untuk berlaga pada ajang Piala Euro 2020.

Pellegrini di prediksi akan memperkuat Gli Azzurri dan siap mengobrak-abrik pertahanan lawan yang menghadang. Cidera yang ia hadapi telah berangsur pulih. Pellegrini kini sudah siap balas dendam dengan ketidak hadirannya pada Euro 2020 di ajang Piala Dunia 2022.

  • Moise Kean
Moise Kean

Moise Kean

Nama Moise Kean juga sempat muncul di daftar squad sementara Gli Azzurri di ajang Euro 2020, meskipun akhirnya tercoret karena kalah bersaing dengan striker senior, Ciro Immobile dan Andrea Belotti. Namun sepanjang bergulirnya Euro 2020, kedua striker yang diharapkan menjadi ujung tombak Gli Azzurri tidak memnuhi harapan sang pelatih, Roberto Mancini.

Akhirnya striker Everton berusia 21 tahun, Moise Kean kini kembali masuk list untuk mempertajam serangan timnas Italia di ajang Piala Dunia 2022.

  • Nicolo Zaniolo
Nicolo Zaniolo

Nicolo Zaniolo

Nama gelandang AS Roma berusia 22 tahun ini sebenarnya masuk karena sebelum Euro 2020, Zaniolo di gtadang-gadang sebagai talenta terbaik di Italia saat ini. Namun lagi-lagi cidera lah yang menghadang perjalanan para pemain bertalenta pada event Piala Euro 2020 kemarin.

Jika cidera yang Zaniolo alami sudah membaik, Nicolo Zaniolo memiliki kemungkinan besar untuk memperbesar kekuatan Gli Azzurri di ajang Piala Dunia 2022. Serta memudahkan Italia dalam melakoni setiap babak di ajang Piala Dunia tahun depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *